Fakta Keuangan Setelah Menikah yang Mencengangkan

Saat anda melihat pasangan pengantin yang memamerkan cincin kawin yang manis di jemari mungkin akan membuat banyak orang tersenyum bahagia. Namun, realita menunjukkan bahwa kehidupan setelah pernikahan tidak semudah yang dibayangkan banyak orang. Kehidupan setelah pernikahan khususnya finansial tidak semudah memasukkan cincin di jari manis pasangan anda. Banyak tantangan dan cobaaan yang harus kamu jalani dan selesaikan dengan cara yang baik dan jangan sampai memutuskan dengan cara yang egois.


Sebuah pernikahan tentu akan menghabiskan dana yang sangat besar. Maka, kamu sebagai pria di tuntut untuk menabung dan bekerja keras saat masih single sehingga bisa melamar kekasihmu suatu saat nanti. Memmang menikah bisa dilakukan dengan cara yang murah dan sederhana tetapi pati dari pihak keluarga sang calonmu akan meminta pesat yang sangat besar sehingga di hari bahagia semua orang bisa merasakan bahagia tersebut. Apalagi pernikahan hanya dilakukan sekali dalam seumur hidup.

Diawal pernikahan tentu kamu dan pasangan akan mengalami pertengkaran karena masih menyatukan dua pendapat yang selalu berbeda dan masih dalam memahami karakter masing-masing. Biasanya usia pernikahan dari 1-5 tahun mengalami percekcokan dan rasa cemburu yang begitu dalam, maka kamu sebagai pengantin baru harus memahami keadaan tersebut.

Sebaiknya anda menyimak fakta tentang keuangan setelah menikah yang bisa membuat kening anda berkerut berikut ini.

1. Istri lebih realistis
Jika selama ini kaum pria menganggap bahwa wanita yang mementingkan materi dianggap sebagai cewek matrealistis yang wajib dijauhi, maka kelak ketika sudah menikah, suami masih sering mengalami kesulitan membedakan antara matrealistis dan realistis. Istri lebih realistis sebab melihat semua sisi kehidupan masa depan dan siap berjuang mencapai titik tersebut layaknya anda berjanji di depan penghulu sebelum menyematkan cincin emas di jemarinya. Apalagi kehidupan brumah tangga sekarang sangatlah tidak murah. Ekonomi yang haraganya selalu naik membuat seseorang harus bekerja hidup agar rumah tangganya bisa hidup.

2. Pengeluaran yang susah dibendung
Ya, jika selama ini anda hidup melajang tidak memikirkan tagihan listrik, belanja bulanan, cicilan rumah dan seabrek kebutuhan lain, maka anda memang harus siap menanggungnya setelah masa pernikahan. Mungkin anda bisa kaget jika gaji bulanan tidak mencukupi semua kebutuhan. Apalagi kamu sudah mempunyai anak. Banyak kebutuhan yang harus kamu penuhi dari seorang anak. Mulai dari melahirkan sampe pendidikan nya harus kamu pikirkan karena menyangkut masa depan. Apalagi masa depan anak merupakan kebangganmu suatu saat nanti.

3. Membuat skala prioritas kebutuhan keluarga
Anda wajib membuat skala prioritas kebutuhan keluarga lebih dulu dibanding kebutuhan pribadi. Hal ini penting agar tidak ada pertengkaran antar suami istri yang menganggap masing-masing pihak egois apalagi jika telah memiliki anak yang tentu kebutuhan pun semakin meningkat seiring usia pertumbuhannya.

Agar tidak memicu pertengkaran lebih lanjut antar suami istri, maka anda wajib memperhatikan beberapa hal penting seperti menjaga mental saat menghadapi realita. Setidaknya anda memiliki perencanaan awal sebelum mengikatkan cincin emas di jari manis istri anda terdahulu hingga masuk ke tahap pernikahan.

Selain itu, bersikap jujur pada pasangan adalah hal yang terbaik. Anda juga harus berkompromi menyikapi semua kebutuhan finansial setelah pernikahan meskipun jika terpaksa harus menjual cincin yang anda miliki. Ya, sebaiknya anda mendukung potensi pasangan agar bisa mendapatkan penghasilan tambahan tanpa harus menjual cincin nikah anda berdua. Sebelum melangkah untuk berumah tangga, kamu sebagai pria harus memikirkan secara matang sehingga tidak kerepotan saat sudah berumah tangga nantinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *